Rare Rupa Batuan, Sahasra Masa Depan

Selama beberapa bulan terakhir Tim dari Indo Art House telah melakukan pertemuan dengan pihak pihak terkait di Desa Batuan baik dengan grup pelukis Baturulangun dan juga dengan aparat Desa demi kelancaran kegiatan nanti. Sinergi yang terasa dari Tim Indo Art House dan pihak yang terkait sangatlah luar biasa, baik dari pengumpulan lukisan anak anak dan pembahasan pembagian tugas nanti. Tim Indo Art House juga memberikan support berupa kaos seragam bagi pelukis anak anak yang mana desain nya di kreasikan oleh mereka sendiri dan juga seragam kaos bagi pelukis Batur Ulangun.

Adapun untuk kepentingan media, kami harus memikirkan konsep dan juga tajuk mengenai Pameran ini dan disini kami mengundang Bapak Warih Wisatsana yang juga sebagai curator untuk membagikan idenya. Setelah diskusi dengan beliau kami akhirnya sepakat memilih paduan makna “Rare Rupa Batuan” sebagai pertanda pameran kali ini yang boleh diyakini bukan peristiwa biasa; bagaimana anak-anak dengan kebebasan imajinasinya berekspresi melalui seni lukis. Di sisi lain, dunia penciptaan mereka hakikatnya ada dalam naungan historis yang panjang, tertaut prasasti Baturan yang berangka tahun 944 Caka (1022 M), semasa Raja Marakata dari Wangsa Warmadewa.

Adapun tajuk Rare Rupa yang jika dibedah maknanya, Rare berarti anak anak dan pemilihan kata Rupa merupakan benang merah dari pameran yang pernah diadakan sebelumnya , yakni “Ibu Rupa Batuan”, sekitar tiga tahun lalu, tepatnya 8-18 September 2019 di Bentara Budaya Bali

Mengutip dari tulisan Bapak Warih Wisatsana “ Seturut tajuk “Rare Rupa Batuan”, mengemuka pula dalam poster dan publikasi lainnya semacam tagar yakni Sahasra Warsa Masa Depan. Sebuah pengharapan bahwa pelukis anak-anak dari Batuan yang berpameran kali ini di umah sendiri, Gedung Baru Baturan, bukan semata tengah menjunjung keluhuran Kawitan berikut warisan karya yang adiluhung, melainkan penegasan bahwa mereka adalah generasi masa depan yang akan meninggalkan torehan sejarah dengan karya-karya masterpiece di kemudian hari. “

Dengan ini kami harap bisa mendorong semangat generasi muda untuk dapat terus belajar dan ikut ambil bagian dalam mempertahankan seni dan kebudayaan Bali.

Leave a Reply